Silahkanteman-teman meramu kata’ kalimatnya’, mudah-mudahan bisa jadi Quotes yang menarik dan menginspirasi. Quotes 1. Syair cinta Majnun . Majnun ini di kenal pintar membuat syair-syair yang indah. Majnun dalam kegilaannya sering di kerumuni orang-orang karena syairnya yang indah. Memang karena cinta itu membuat orang puitis. Hanyakata “Laila” yang sangat berarti. Ketika orang membicarakan hal lain, majnun akan menutup telinganya dan mengunci mulutnya. Katakan padanya: “Orang yang telah mengorbankan segalanya untuk-Mu menyampaikan salam dari jauh. ABSTRAKYanto Mohammad Budi, 2014, “Analisis Pesan Moral Dalam Novel “Laila Majnun” Karya Nizami Ganjavi” Skripsi, jurusan pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP PGRI Sumenep, Pembimbing I Drs. H. Akhmad Nurhadi, S.Pd., M.Si. Pembimbing II Ahmad Yasid, M.Pd. Kata kunci : Pesan Moral Sastra merupakan cerminan masyarakat. Melalui karya sastra, seseorang YangTragis drama centers. Kumpulan Kata Kata Gombalan Cinta Sesuai Jurusan Kuliahnya. Contoh Teks Naskah Pidato Terbaru dan Terlengkap 2015. Naskah Pidato Tentang Dampak Internet pidatu com. Buku Kisah Cinta Laila Majnun Naskah Versi Dar al Kutub. Perpustakaan Pertama di Dunia Pena Dunia Maya. Himpunan Karya Sastra Dunia Di Social Network Home. Infojual buku majnun sejak berjumpa ± mulai Rp 19.000 murah dari beragam toko online. cek Buku Majnun Sejak Berjumpa ori atau Buku Majnun Sejak Berjumpa kw se. SELAMAT DATANG di hargano.com, Semoga Rezeki Kita nambah 1000x lipat ^_^ Buku Novel Laila Amp [ Lihat Gambar Lebih Besar Gan] Rp 85.000: Layla Majnun - Syekh Nizami Buku [ Lihat ceramah tentang menutup aurat laki laki dan perempuan. Kumpulan puisi dan syair cinta yang memilukan tentang kisah cinta Laila dan Majnun. Laila Layla dan Majnun adalah sebuah kisah legenda dari tanah Arab yang berkisah tentang sepasang kekasih yang menjalin kisah cinta abadi atau cinta sejati yang berakhir kisahnya, Qays adalah seorang lelaki biasa mengenyam pendidikan di suatu sekolah agama, ia bertemu seorang gadis bernama Laila Layla ia jatuh cinta pada Laila, Sebagai bentuk rasa cintanya, Qays tak dapat mepersembahkan apapun selain puisi-puisi yang terkagum pada puisi Qays, menaruh perasaan yang sama terhadapnya. Qays yang tergila-gila pada Laila terus-menerus menulis puisi yang memuji dan mengagungkan sosok yang dijuluki Majnun atau “gila” oleh orang-orang lantaran ketergila-gilaannya terhadap Laila memberanikan diri untuk meminta restu ayah Laila. Hasilnya, ayah Laila menolak beralasan bahwa jika pernikahan itu terjadi, kehormatan keluarganya akan memutuskan untuk mengembara, ia menjalani hidup pengasingan dan kesendirian. Dalam keterpurukannya, ia tak henti-hentinya menulis puisi yang berkisah tentang kekasih cerita , Layla meninggal karena patah hati karena tidak bisa melihat calon kekasihnya. Majnun kemudian ditemukan tewas di hutan belantara pada tahun 688 M, dekat makam Layla. Dia telah mengukir tiga ayat puisi di atas batu dekat kubur, yang merupakan tiga ayat terakhir yang dikaitkan dengannyaNah kisah antara laila dan Qays Majnun inilah yang dikisahkan dalam kumpulan puisi laila dan majnun dan syair laila majnun dalam kisah cinta yang memilukan di terbitkan blog puisi dan kata bijak yang berkisah tentang cinta Laila dan Puisi Dan Syair Cinta yang Memilukan Tentang Kisah Laila dan MajnunBerdasarkan Wikipedia, Layla dan Majnun adalah sebuah puisi naratif yang disusun pada tahun 584/1188 oleh penyair Persia Niẓami Ganjavi berdasarkan kisah Arab semi-historis tentang penyair Qays ibn Al-Mulawwah dan wanita kesayangan Layla binti Mahdi.Bagaimana cerita cinta Laila dan Majnun dan kata-kata Laila dan Majnun dalam kumpulan puisi cinta dan syair Laila Majnun, kisah cinta paling memilukan yang Pernah Terjadi dalam Sejarah lebih jelasnya silahkan disimak saja 15 puisi cinta Laila dan Majnun dan syair laila majnun diterbitkan dibawah ini. 01. Berlalu MasaBerlalu masa, saat orang-orang meminta pertolongan padakuDan sekarang, adakah seorang penolong yang akan mengabarkan rahasia jiwaku pada Layla?Wahai Layla, Cinta telah membuatku lemah tak berdayaSeperti anak hilang, jauh dari keluarga dan tidak memiliki hartaCinta laksana air yang menetes menimpa bebatuanWaktu terus berlalu dan bebatuan itu akan hancur, berserak bagai pecahan kacaBegitulah cinta yang engkau bawa padakuDan kini hatiku telah hancur binasaHingga orang-orang memanggilku si dungu yang suka merintih dan menangisMereka mengatakan aku telah tersesatDuhai, mana mungkin cinta akan menyesatkanJiwa mereka sebenarnya kering, laksana dedaunan diterpa panas mentariBagiku cinta adalah keindahan yang membuatku tak bisa memejamkan mataRemaja manakah yang dapat selamat dari api cinta?02. Layla Telah DikurungLayla telah dikurung dan orangtuanya mengancamkuDengan niat jahat lagi kejam, aku tidak bisa bertemu lagiAyahku dan ayahnya sesak dada dan sakit hati padakuBukan karena apapun juga, hanya karena aku mencintai LaylaMereka menganggap cinta adalah dosaCinta bagi mereka adalah noda yang harus dibasuh hingga bersihPadahal kalbuku telah menjadi tawanannyaDan ia juga merindukankuCinta masuk ke dalam sanubari tanpa kami undangIa bagai ilham dari langit yang menerobos dan bersemayam dalam jiwa kamiDan kini kami akan mati karena cinta asmara yang telah melilit seluruh jiwaKatakanlah padaku, pemuda mana yang bisa bebas dari penyakit cinta?03. Wahai Layla KekasihkuWahai Layla kekasihkuBerjanjilah pada keagungan cinta agar sayap jiwamu dapat terbang bebasMelayanglah bersama cinta laksana anak panah menuju sasaranCinta tidak pernah membelengguKarena cinta adalah pembebas, yang akan melepaskan buhul-buhul keberadaanCinta adalah pembebas dari segala belengguWalau dalam cinta, setiap cawan adalah kesedihanNamun jiwa pecinta akan memberi kehidupan baruBanyak racun yang harus kita teguk untuk menambah kenikmatan cintaAtas nama cinta, racun yang pahit pun terasa manisBertahanlah kekasihku, dunia diciptakan untuk kaum pecintaDunia ada karena ada cinta04. Wahai Angin Sampaikan Salamku pada LaylaWahai angin sampaikan salamku pada Layla!Tanyakan padanya apakah dia masih mau berjumpa denganku?Apakah ia masih memikirkan diriku?Bukankah telah kukorbankan kebahagiaanku demi dirinya?Hingga diri ini terlunta-lunta, sengsara di padang pasir gersangWahai kesegaran pagi yang murni dan indah!Maukah engkau menyampaikan salam rindu pada kekasihku?Belailah rambutnya yang hitam berkilauUntuk mengungkapkan dahaga cinta yang memenuhi hatikuWahai angin, maukah engkau membawakan keharuman rambutnya padakuSebagai pelepas rinduSampaikan pada gadis yang memikat hati ituBetapa pedih rasa hatiku jika tidak bertemu dengannyaHingga tak kuat lagi aku menanggung beban kehidupanAku merangkak melintasi padang pasirTubuh berbalut debu dan darah menetesAirmataku pun telah keringKarena selalu meratap dan merindukannyaDuhai semilir angin pagi, bisikkan dengan lembut salamkuSampaikan padanya pesanku iniDuhai Layla, bibirmu yang selaksa merah delimaMengandung madu dan memancarkan keharuman surgaMembahagiakan hati yang memandangBiarkan semua itu menjadi milikku!Hatiku telah dikuasai oleh pesona jiwamuKecantikanmu telah menusuk hatiku laksana anak panahHingga sayap yang sudah patah ini tidak mungkin dapat terbangBerbagai bunga warna-warni menjadi layu dan matiKarena cemburu pada kecantikan parasmu yang bersinarEngkau laksana dewi dalam gelimang cahayaSurgapun akan tertarik untuk mencuri segala keindahan yang engkau milikiKarena engkau terlalu indah dan terlalu berharga untuk tinggal di bumi!Duhai Layla, dirimu selalu dalam pandanganSiang selalu kupikirkan dan malam selalu menghiasi mimpiHanya untukmu seorang jiwaku rela menahan kesedihan dan kehancuranJeritanku menembus cakrawalaMemanggil namamu sebagai pengobat jiwa, penawar kalbuTahukah engkau, tahi lalat di dagumu itu seperti sihir yang tidak bisa aku hindariIa menjadi sumber kebahagiaan yang telah memikatku untuk selalu mengenangmuMembuat insan yang lemah ini tidak lagi mempunyai jiwaKarena jiwaku telah tergadaikan oleh pesonamu yang memabukkanJiwaku telah terbeli oleh gairah dan kebahagiaan cinta yang engkau berikanDan demi rasa cintaku yang mendalamAku rela berada di puncak gunung salju yang dingin seorang diriBerteman lapar, menahan dahagaWahai kekasihku, hidupku yang tidak berharga ini suatu saat akan lenyapTapi biarkan pesonamu tetap abadi selamanya di hatiku05. Duhai, Betapa Besar Bahaya yang MenghadangDuhai, betapa besar bahaya yang menghadang agar dapat berjumpa denganmuKukorbankan semua yang aku milikiKuubah diriku, hingga engkau pun tidak mengenalikuKuayunkan langkah dengan tetes air mataDan setelah memasuki perkampunganmuKubuang semua tanda-tanda yang dapat membuat orang mengenalikuKuikat diriku dengan rantai, bagai budak belianBerjalan sambil menadahkan tangan, meminta sedekahDan bocah-bocah itu tidak suka melihatkuMereka berkumpul mengelilingikuMenghardik dan melemparku, seperti anjing berbahayaKini aku datang di dekatmuDuhai Layla, tak mampu kutahan air mata yang menetesKasihanilah kelemahankuKarena begitu berat penderitaanku06. Kerabat dan Handai-Taulan MencelakuKerabat dan handai-taulan mencelakuKarena aku telah dimabukkan oleh kecantikan LaylaAyah, putera-putera paman dan bibiMencela dan menghardik dirikuMereka tidak mampu membedakan cinta dengan hawa nafsuNafsu mengatakan pada mereka, keluarga kami berseteruMereka tidak tahu, dalam cinta tidak ada seteru atau sahabatCinta hanya mengenal kasih sayangKubertanya dalam kalbu, ada apakah gerangan?Keluarga Layla tak akan menjual anak gadisnyaBerapapun harga yang ditawarkanDan keluargaku tak hendak membeliSemoga Allah menakdirkan kebaikan bagi kamiDengan kerinduan mendalam yang selalu aku simpanSemoga kelak kami dipertemukanTidakkah mereka mengetahui?Kini jiwaku telah terbagiSatu belahan adalah dirikuSedang yang lain telah kuisi untuknyaTiada bersisa selain untuk kamiWahai burung-burung merpati yang terbang di angkasaWahai negeri Irak yang damaiTolonglah akuSembuhkanlah rasa gundah-gulana yang membuat kalbuku tersiksaDengarkanlah tangisanku, suara batinkuDuhai, mereka menyampaikan kabar burukLayla sakit karena guna-gunaMereka tidak tahu, sesungguhnya akulah tabib yang ia perlukanAkulah yang mampu mengobati penyakitnyaWaktu terus berlalu, usia semakin menuaNamun jiwaku yang telah terbakar rinduBelum sembuh juaBahkan semakin parahBila kami ditakdirkan berjumpaAkan kugandeng lengannyaBerjalan bertelanjang kaki menuju kesunyianSambil memanjatkan doa-doa pujian pada AllahYa Raab, telah Kaujadikan LaylaAngan-angan dan harapankuHiburlah diriku dengan cahaya matanyaSeperti Kau hiasi dia untukkuAtau, buatlah dia membencikuDan keluarganya dengki padakuSedang aku akan tetap mencintainyaMeski banyak nian aral melintangMereka mencela dan menghina dirikuDan mengatakan aku hilang ingatanSedang Layla sering berdiam diri mengawasi bintangMenanti kedatangankuAduhai, betapa mengherankanOrang-orang mencela cintaDan menganggapnya sebagai penyakitYang meluluh-lantakkan dinding ketabahanAku berseru pada Singgasana LangitBerilah kami kebahagiaan dalam cintaSingkaplah tirai deritaYang selalu membelenggu kalbuBagaimana mungkin aku tidak gilaBila melihat gadis bermata indahYang wajahnya bak mentari pagi bersinar cerahMenggapai balik bukit, memecah kegelapan malamKeluargaku berkataMengapakah hatimu wahai Majnun?Mengapa engkau mencintai gadisSedang engkau tidak melihat harapan untuk bersanding dengannya?Cinta, kasih dan sayang telah menyatuMengalir bersama aliran darah di tubuhkuCinta bukanlah harapan atau ratapanWalau tiada harapan, aku akan tetap mencintai LaylaSungguh beruntung orang yang memiliki kekasihYang menjadi karib dalam suka maupun dukaKarena Allah akan menghilangkanDari kalbu rasa sedih, bingung dan cemasAku tak mampu melepas diriDari jeratan tali kasih asmaraKarena Surga menciptakan cinta untukkuDan aku tidak mampu menolaknyaSampaikan salamku kepada Layla, wahai angin malamKatakan, aku akan tetap menungguHingga ajal datang menjelang07. Hatiku Telah Terikat oleh Mantra KeindahanHatiku telah terikat oleh mantra keindahan, dan cinta tak dapat jiwaku berpisah dengan diriku dan menyatu dengan jiwanya yang telah menjadi ayahanda, mengapa engkau berharap aku menghilangkan cinta tulus yang ada di lubuk hati?Meskipun aku terbakar seperti lilin, aku tidak akan kecewaBiarkan aku menuruti panggilan jiwa meskipun cinta telah membelenggu dan memberi pakaian duri padaku!Wahai, Ayah, cinta adalah rahmat dari Surga dan menjadi berkah bagi Langit yang menuntunku, maka cintaku pada Layla tulus dan suciCinta yang melahirkan angan-angan serta nafsu, adalah cinta yang bersumber dari seperti itu akan mudah berubah jika apa yang diangan-angankan tidak sesuai dengan pada Layla tidak bersumber dari bumi, ia menyala dengan kebenaran Surga dan akan abadi yang menuntunku terbang bersama sayap-sayap cintaBagaimana mungkin aku akan melepaskan diri, sedang Surga telah menunjuk dan mengilhamkan cinta padaku08. Seseorang Memanggil-manggil NamamuSeseorang memanggil-manggil namamu saat kami berada di lereng bukit MinaMendengar namamu terguncanglah hatiku karena sedihDuhai lelaki itu tidak mengetahui betapa suci namamuMengapakah ia memanggil nama Layla dengan seenaknya?Apakah ia tidak tahu dengan menyebut namamuBerarti ia menerbangkan seekor burung yang telah bersarang di hatikuIa memanggil nama LaylaSemoga Allah membukakan kedua matanyaUntuk melihat betapa pesonamu tak mampu dia bayangkan09. Aku Menuruni Lembah Wadiyain yang IndahAku menuruni lembah Wadiyain yang indahSebagai seorang tamu dari penghuninyaAku akan tetap berada di lembah WadiyainMenghirup udaranya yang segar dan airnya yang jernihAku tidak akan kembaliKecuali jika di atas ada yang menantiDi dini aku tidak seorang diriBinatang-binatang liar dan buas menjadi sahabatkuAku tidak akan raguMengapa aku harus raguBila kasih Layla hanya tertuju padakuSahabat karib dan kekasihnyaMengapa aku harus raguJika jiwaku senantiasa mengharapkan LaylaSungguh, angin telah datangMembawa pesan LaylaIa berjanji, meski tidak pernah bersua di duniaAkan tetap menungguku di pintu surgaSungguh dunia yang indah akan bermuram durjaBila engkau tidak pernah berkunjung ke rumah seorang kekasihDan tiada seorangpunYang dapat menghibur hatimu10. Carilah Layla yang LainBanyak orang berkataBersenanglah engkau dengan gadis lainItu adalah kata pelipur-laraNamun menjadi duri dalam hatikuKukatakan kepada merekaDengan air mata berderaiDan hatiku hancur luluhSayap cinta telah memelukDan membawa jiwaku terbangAku mencintai LaylaDan tidak tertarik pada gadis lainPandanganku telah tertunduk, dan mata terpejamKepada selain LaylaWahai Layla ulurkanlah tanganmuUntuk menyambut kasihkuKalbu penuh asmaraKuberikan padamuMungkin engkau diberi dua cawan minumanSatu cawan kebencianAgar engkau melupakan dirikuSedang cawan yang satu berisi anggur kesenanganAgar engkau rela menerima pinangan orang lain sebagai gantikuDuh kekasihkuKuingatkan dirimuJangan rusakkan hubunganYang orang lain selalu ingin menyempurnakanKelak engkau akan melihatBeda antara cinta dan vafsuWahai Layla, nafsu akan melemahkan hatiIa akan terus menggoda dan merayuNamun kelak akan menyesalSedih tak berkesudahanJiwa yang dipenuhi kebencianTak akan pernah menjadi muliaIa tak akan puasBila yang diharapkan tak didapatSedang diriku Layla, Demi AllahTali kasih yang telah bersemiAkan kusiram dan kupupukAgar cinta yang engkau berikan tetap terjaga selamanyaDan aku haramkan atas dirikuSegala yang tidak engkau sukaiJangan kau biarkan jiwaku hancur karena murkamuKarena tak sanggup kuterima amarahmuSedang gunung pun akan hancur jika engkau marahBuanglah keraguan dalam dirimuKarena cinta tidak bisa bersanding dengan keraguanAku akan selalu menjaga tali cinta kitaWalau engkau tak di sisikuNamun aku yakinCintamu selalu hadir di hatiku11. Syair Pujian untuk LaylaIBila bulan purnama tenggelamAtau matahari terlambat terbitMaka cahaya wajah Layla akan menggantikan sinarnyaSenyumnya bukan hanya berhenti di mulutNamun menjadi cahaya dari mentari dan sinar purnama seluruhnyaRembulan dan matahari akan tersipu maluKarena cahayanya tak sebanding dengan sinar mata LaylaBila ia berkedip, maka bintang kejora akan menyembunyikan diriTidak akan lagi tercipta gadis seperti diaDan aku ciptakan hanya untuk diaKata-kata pujian yang kuucapkanBagai sebutir pasir di gurun saharaTak sebanding dengan kecantikannyaKarena segala kata pujian yang dimiliki jin dan manusiaTak sebanding dengan pesonanyaDia diberi nikmat, dengan segala kebaikanBila ia hendak berjalan ke sebuah bukitMaka seakan bukit itulah yang akan mendekat padanyaKarena sang bukit tidak ingin melihat gadis itu dihinggapi kelelahanIIAdakah malam bisa menyatukan diriku dengan Layla?Atau biarkan angin malam menyebut namanyaSebagai ganti pesona tubuhnyaKarena sama saja bagikuMelihat Layla atau menatap purnama02. Bila Kakiku Terperosok, Aku Menyebut NamanyaSyair gubahan Layla untuk QaysBila kakiku terperosok, aku menyebut namanyaAku bermimpi dalam tidurku hidup bersama diaApabila disebut nama QaysHilanglah kekuatan jiwakuHatiku seperti sirna ditelan namanyaDemi Allah, hampir saja aku gila karena memikirkannyaDadaku sesak karena rinduKaumku mengancamJika Qays tidak berhenti menyebut namakuMaka darahnya akan tumpah membasahi bumiBunuhlah aku dan biarkan QaysSetelah nyawaku melayang, janganlah kalian hina iaCukup apa yang ia derita karena cintaMungkin ia akan menuduhku tidak setia dengan janjiDan aku tidak mampu mencegahnyaKucampur tinta dengan airmatakuUntuk menulis surat padanyaInilah saat perpisahan bagi orangYang akan kukurbankan jiwaku untuknyaAku khawatir jika ajalku tibaTak dapat memandang wajahnya13. Jiwa Orang yang Dimabuk CintaJiwa orang yang dimabuk cintaAkan merasa sakit karena rinduSebab pecinta ingin selalu bersamaTapi halangan tiada ada henti-hentiPecinta seperti dua ekor kijang di bukit tandusWalau tiada makanan, tetapi mereka tetap bersamaAtau seperti burung merpatiWalau terbang bebas di angkasa luasTetap saja kembali pada kekasihnyaAtau laksana ikan tunaTetap tabah walau dipermainkan ombakTimbul-tenggelam di lautWalau selalu dicaci dan dicelaBatin menjerit tubuh binasaMeski lapar dan disia-siakanNamun jiwa pecinta akan selalu memaafkanSebab pecinta tidak membutuhkan pujianDan pengorbanan pecinta tidak akan sia-siaKulihat bintang kutub dan bintang kejoraDemikian pula cintaSekecil apapun, cinta tetap berkuasa di singgasana hatiDan bagi pecintaKebahagiaan dan kesedihan sama indahnyaKarena cinta sejati tidak mengenal kesia-siaanJiwaku dan jiwa Layla akan tetap bersamaAndaipun tidak di duniaPasti jiwa kami akan bersatu di liang lahatDan kelak akan dibangkitkan bersamaHingga dapat bersatu selama-lamanyaMataku berkurban utnuk Layla dengan segenap curahan airmataBerharap liang lahatmu adalah liang lahatkuAgar jenazah kita bersatu14. Madah dari SurgaApakah yang sedang mengalir dalam jiwaku ini?Siapakah yang sedang memandangku?Apakah ia kecantikan bunga mawar?Wahai bunga mawar itu telah dicabut dari taman hatikuUntuk menjadi penghias taman yang lainNamun tidak mungkin menjadi layuWahai Layla, aku telah dimabukkan oleh rasa cintaMana mungkin aku menolak kenikmatan iniDuduklah di rumpun palem itu, LaylaAgar dapat kunikmati manisnya anggur cintamuWahai, ke manakah engkau saat aku merana, terusir dan kehilangan dirimu?Hidup hanya menjalar sesaat di uratku dan kemudian bukan milikku lagiTetapi menjadi milikmuSejak harapan tidak tersenyum lagi padakuAku hanya bisa meratapMengenang dan menyesali masa laluAku berteman derita dan hinaanKedukaan tersenyum padaku dan aku tersenyum padanyaSedang kedukaan membuat engkau ketakutanPadahal engkau yang telah menciptakannyaDiriku selalu diliputi kesengsaraanSementara engkau mereguk kebahagiaanSaat pikiranku hanyut dalam pesona wajahmu yang memabukkanEngkau pergi tanpa mengucapkan salamWahai Surga! Biarkan kematian menjauhkan kami!Kami adalah dua tubuh namun satu hatiSeperti awan musim panas dengan hujan di padang rumputBiarkan aku hanyut dalam kesedihanAsal jangan biarkan cinta Layla hilang dari jiwakuWahai LaylaMungkin sebentar lagi kematian akan menjemputDunia akan menulis riwayatkuMereka akan mengatakan telah kukorbankan diri demi rembulan indah dengan cahaya keperakanIa yang telah mengubah malam menjadi mempesonaIngatkah engkau wahai Layla, saat kita bermain bersama, mereguk anggur kebahagiaan?Engkau dengan mata hitam yang indah, memandang penuh cinta padakuDan bibir itu! Akh, aku melihat anggur cinta di sanaAku melihat betapa bahagia kita berdua!Tiada seorang pun yang mampu memisahkan kitaRasa malu dan ketakutan tidak mampu menghancurkan bunga cinta kitaKebahagiaan tak terlihat, di kuil pengasingan ituTapi bawakan aku anggur!Biarkan aku mabuk!Jauhkan kesedihan dari diriku!Rumah tanpa penerangan adalah penjaraKarena penjara benci dengan yang cocok untuk hati yang patahDan tenggelam dalam kesuraman seperti dirikuAdalah kamar bawah tanah yang jauh dari cahayaYa Allah!Selamatkan aku dari kegelapan yang tiada akhir ini!Berikan aku satu hari saja kesenangan – satu peristiwa menyenangkan!15. Kesengsaraan itu MilikkuKesengsaraan itu milikkuKesedihan telah menyatu dalam jiwakuKenangan tentang bibir yang begitu manisTelah membelenggu lidahku untuk mengungkapkan pesonanyaSaat sayap cintaku terluka dan tidak dapat terbangBurung indah mempesona yang telah lama aku cari datang di hadapankuSesungguhnya, engkau merangkai pesona bidadariDan apalah artinya diriku?Aku tidak mengetahui apapun selain engkau aku tiadaKhayalan telah menyatukan kita berduaKita melebur menjadi satuMenyatu dalam ketetapan cintaKita adalah dua tubuh dengan hati yang satu dan jiwa yang samaDua lilin dengan satu nyala api murni, semurni surgaDari bentuk-bentuk yang samaDigabung menjadi satuDua titik menjadi satuTiap jiwa mendukung satu sama lainDemikianlah kumpulan puisi cinta dan syair cinta tentang kisah cinta laila dan majnun, baca juga puisi cinta sedih dan puisi cinta romantis yang lainnya dihalaman blog puisi dan kata bijak, semoga cerita laila dan majnun dan kata kata cinta dalam bentuk puisi memilukan dapat menghibur dari hikmah kisah laila majnun loading...Acha Septriasa dan Reza Rahadian menjalani hubungan yang rumit dalam film drama Layla Majnun. Foto/Netflix JAKARTA - Reza Rahadian dan Acha Septriasa bermain dalam film "Layla Majnun", yang merupakan hasil adaptasi bebas dari kumpulan puisi klasik karya Nizami Ganjavi. Pada abad ke-12, Nizami yang merupakan penyair Persia Iran yang berasal dari Azerbaijan, membuat puisi "Majnun Layla" atau "Layla and Majnun". Ini adalah sebuah kisah cinta tragis mirip Romeo dan Juliet, yang diakui dunia sebagai salah satu karya sastra klasik dari Arab. Hingga kini, puisi tersebut sudah banyak diadaptasi menjadi beragam bentuk, dari novel hingga film. Karena diadaptasi dari rangkaian puisi, tak heran bahwa film "Layla Majnun" yang disutradarai Monty Tiwa punya banyak dialog-dialog puitis. Di antaranya juga menerjemahkan puisi karya Nizami ke dalam bahasa Indonesia untuk dibacakan oleh Samir Reza Rahadian, mahasiswa S2 warga Azerbaijan yang jatuh cinta pada Layla Acha Septriasa.Foto NetflixBeberapa puisi dan dialog dalam film ini pun dibuat dalam format bahasa Indonesia baku, yang menurut Reza dan Acha jadi sangat menarik, apalagi saat ini penggunaan bahasa Indonesia - terutama di media sosial - sangat fleksibel dan bertabur bahasa slang. "Apakah puisinya akan engage dengan penonton, yang namanya apresiasi seni tidak bisa dipaksakan, tergantung penonton. Tapi kalau disampaikan dengan baik akan 'sampai' ke penonton," kata Reza dalam sesi wawancara roundtable "Layla Majnun" yang digelar Netflix pada Selasa 9/2 lalu. Reza lalu menyebut bahwa dia selalu senang saat menonton film-film klasik Indonesia karena punya dialog yang bagus. "Film "Tiga Dara", "Dua Tanda Mata" itu bahasa Indonesianya cantik banget," ujar aktor terbaik FFI untuk film "3 Hati, Dua Dunia, Satu Cinta", "Habibie & Ainun", serta "My Stupid Boss" itu. Baca Juga Diminta Berakting Bersama Anjing dalam 'June & Kopi', Acha Septriasa Sempat Ragu Acha pun setuju dengan Reza, sambil menyebut bahwa kalau aktor dan aktrisnya mampu membawakan dialog puitis dengan intonasi yang tepat, maka penonton akan ikut merasakan emosinya. "Harus flowy, mengalir," kata Acha yang menganggap dialog dalam "Layla Majnun" menggunakan bahasa Indonesia yang detail, sampai-sampai terkadang dia harus mencari tahu dulu Netflix"Layla Majnun" bercerita tentang Layla Acha Septriasa, seorang perempuan cerdas dan mandiri yang mendapat tawaran menjadi dosen tamu di kelas berbahasa Indonesia di sebuah universitas di Azerbaijan. Sebelum berangkat, Layla dilamar oleh Ibnu Baim Wong, lelaki dari keluarga terpandang yang berniat mencalonkan diri sebagai bupati dalam pilkada. Layla menerima tawaran berbau perjodohan tersebut, dengan syarat dia diizinkan pergi ke Azerbaijan dan dibolehkan terus mengajar. Di negara tersebut, Layla lalu bertemu Samir, salah satu mahasiswanya yang cerdas, yang membuat Layla terpikat. Layla pun berada dalam persimpangan, antara memenuhi janjinya pada Ibnu atau jujur pada perasaannya terhadap Samir. Menurut sutradara Monty Tiwa, cerita asli kisah Layla yang dibuat Nizami Ganjavi banyak mengambil unsur sufistik serta cinta manusia pada Tuhan. Namun cerita "Layla Majnun" yang dibuat Monty disesuaikan untuk penonton Juga 10 Film Netflix yang Paling Banyak Ditonton Sepanjang Sejarah Setelah Perilisannya "Layla Majnun" disyuting di Indonesia dan Azerbaijan, tepatnya di ibu kota Baku. Syuting di Azerbaijan dilakukan pada 1 November hingga 12 Desember ini menjadi film reuni antara Monty, Acha, dan Reza setelah sebelumnya tergabung dalam film "Test Pack" pada 2012. Dalam film ini, Acha berhasil meraih piala FFI untuk aktris pemeran utama terbaik, sementara Reza masuk menjadi nomine aktor pemeran utama kamu yang mau menonton, film "Layla Majnun" tayang di Netflix mulai hari ini 11/2. ita Kumpulan kata kata cinta laila majnun Bikin Nangis, untuk kamu yang ingin kata-kata bijak yang romantis, kami memiliki banyak koleksi puisi dan quote tentang cinta, tetang rindu, tentang kehidupan, untuk mengenang saat saat anda bersama kekasih hati, Inilah Kumpulan kata kata cinta laila majnun Bikin Nangis,Kata kata Romantis Untuk kekasih Kembalikan saja cinta sejati itu ke tempatnya; tak satupun dari kita, layak memilikinya. Dengan rasa yang tidak lagi ada, bukan salah siapa-siapa Itu hukum alam yang bicara Sebabnya cakapmu hanya sekadar rencana, sedang hatiku butuh lebih dari sekadar wacana Akibatnya, engkau tidak lagi dikenali rasaku sebagai "siapa" yang ingin ku berikanan segala apa sebagaimana tatapan matamu yang mencuri degup jantungku siang itu Untaian senyumanmu yang menghabisi seluruh asaku Namun kepergianmu ini serupa embun yang menguap penjarakan tubuhku dengan rindu Aku luluh dari rotasi cinta penuh dendam cemburu. Malam berkelindan sepi Pada selasar rembulan kupetik sunyi, Rindu serasa birahi, mengejar bayangmu, Napas mendesah resah, syahdu jelang mengufuk .. dalam pahit kopi Kurasa ada sedikit manis kenangan Yang bercampur, dalam cangkir tembaga yang kamu hidangkan Kita adalah hal pilu Yang semakin lama menjadi debu Terinjak dihempas waktu tak perlu banyak, Cukup satu nama untuk dapat sangat bahagia atau terluka sedalam-dalamnya. kadang mengasihi itu sebagaimana melangkah di atas api, semakin dekat semakin panas bahkan dapat saja semakin ganas. Tapi tetap saja meskipun begitu aku akan terus selalu mengasihimu, karena aku yakin sesuatu yang berasal dari hati pasti akan sampai ke hati. sanubariku kacau saat engkau ucap ingin mengecup bibirku, Bagaimanakah mungkin, kulumat lembut merah mudanya, Jika jari-jariku saja tidak mampu meraih jari jemari Mutiara Untuk Kekasih Dia pergi tanpa pernah datang. Dia lenyap tanpa pernah ada. Dia hancur tanpa pernah terbentuk. Dan aku kelenyapan, tanpa pernah memiliki. apabila rasa sudah tiada berarti Lisan sudah tak lagi bermakna Maka biarkan air matamu tumpah, tuk luapkan semua sesak yang memenuhi ruang batinmu Cinta mengupam rambutmu menjadi putih susu, rindu menggoyangkan jantungku menjadi degup yang kesusu. Sini, wuk, kuajari bagaimana menanam detik agar kamu tidak kelelahan mencuri waktu dari jam yang engkaubiarkan duduk di meja kerjamu. Saat aku melangkah, apakah engengkau menemani langkahku? atau kamu memilih pergi dan menatap langkahku? semua caramu menghadirkan sejuta aroma tanya. mungkin aku sudah terhipnotis dalam tingkatan mencinta kasih jika air mata adalah luka Sembuhkah aku jika kukeluarkan semua? apaJika air mata adalah derita Akankah bahagia sewaktu kutumpahkan semua? Sudah tidak lagi mampu ku baitkan senduku didalam puisi, karena terlalu banyak luka yang akan terbaca oleh mata yang selalu kata kata cinta laila majnun Bikin Nangis Hatimu serupa ladang baru Tempatku menabur benih rindu Bertunas tiap waktu, Namun terbakar curamnya bisu Pelabuhan menjadi sebuah saksi ketika kenangan mencekam sunyi Dan membawa pulang sekeping hati Yang telah hilang pergi cinta, berilah aku kelembutan, supaya kejatuhanku tak melukai ha Bangunlah sayang, jangan bermimpi terlalu didalam, tengoklah ke kanan; ada aku yang menantimu dengan kesungguhan. Cinta mengalun lembut, diterbangkan semilir angin, berkelana mencari hati yang mau terima. Meski dia sadar, di ujung sana kecewa sedang menanti. Syahdan kisah ilalang Tertegun melepas embun Manadikala pagi berpamit Aku dengar ceritanya Mahdah dari semak belukar Lirih lalu laun meluruh Semakin dalam kau benamkan dirimu dalam lumpur kehidupan Semakin berhak kamu pamerkan keindahan. Jika engkau tidak sanggup berproses Bagaimana kau dapat berharap Akan indahnya hasil? Makna hilang jangan jadi penghalang. Keberlaluan cukup jadikan pembelajaran. Sendiri dengan sepi akan terasa lebih baik, dari pada berdua dengan luka. Walaupun kamu tahu arti rindu yang seakan jadi canduKumpulan kata kata cinta laila majnun Bikin Nangis kadang, bertubi-tubi duri memang harus mendera, berderet derita memang harus menderu. Karena hanya dengan itulah, diri bisa menjadi sadar; tidak lupa diri. Semua angan yang pernah kita terbangkan, Nyatanya kini melebur bersama hujan Meluruh dengan kesedihan langit yang menghitam. masih banyak gelisah yang bertapa di hati, merobek-robek hingga tidak terbentuk, entah wujud mana yang ingin dibentuk, sampai bermuncul tanya, entah dia atau aku. Setiap hari adalah pembelajaran Bahkan dari rumput yang bergoyang pun Ia mengajarkan kita tentang bagaimana bertahan di saat badai melanda Ikuti alurnya, dan kamu akan jadi pemenangnya Sudah berganti baju waktu sejak terakhir pertemuan. Warnanya lebih perak dari terakhir waktu kulihat. Ia melangkah pelan-pelan; terlihat sedang menunggu. Wajahnya bak pualam memandangku iba dari kejauhan. Ah, aku terlambat lagi. kamu hadir saat lembayung mengikatku didalam pelukan jingga Menjemputku, membawaku yang telah terbuai elegi rumpun bambu Memberiku kehidupan baru di waktu senjaku Wahai kekasih; engkamu pernah dipersia Lalu aku datang membawah cintidaku; sebagai penawarnya walaupun lukamu masih terasa. Kusadar bahwa apa yang sudah ada kini telah tiada, baik raga, maupun jiwa. Hanya bisa melihat dari balik jendela, potretmu yang telah tertanam, cukup dalam. tak perlu resah untuk memulai Cobalah untuk tenang agar semua Baik-baik saja. Ketika hati mulai gundah cobalah Untuk bicara bagaimana Sebuah rasa larut dalam kata cintaKumpulan kata kata cinta laila majnun Bikin Nangis Radar bersandar jiwa gusar Bimbang kenang tanpa bayang Obati sedikit luka Sembuh berbekas kecewa Sakit meratapi nestapa. ~ Aku sudah lelah menyampaikan Maksud apa mau hati. Aku sudah lelah menjadi Pengemis hatimu. Biarkan saja waktu. Menjalankan tugasnya; Menyadarkanmu. Kopiku nan manis Gula-gula menyelimuti lembut Mendamaikan kenangan pahit Yang beraroma senyuman ~ Saya menemukanmu dalam larik orang lain, tidak dapat ditiru dan dibawa lenyap. Sebenarnya aku ingin setia, namun apa daya hati suka bercanda, hingga melahirkan rasa yang mendua. Lama Dan semu Kutatap manis senyum senja Mencoba Ku genggam Dan kupeluk Tapi sayang.. Bulan sudah bersarang dengan sinarnya Ditemani segelas harapan yang mendingin Secercah lembayung kuning mengintip ruang tamu lewat sela-sela atap bangunan Tampaknya malam kelam menjelma rupa sebagai pagi Aku masih saja asyik menunggu kisahmu,yang aku pun tak tahu kamu ceritakan pada siapa sekarang Pendengar setiamu,mungkin Dan kenyataannya, segala tentang pagi sangat rentan kamu patahkan, pulanglah... kedua lenganmu masih yang ternyaman. Pagi yang mungil mengelus cemasmu, mengusap nadimu yang berdenyut-denyut, mengingatkanmu untuk sarapan karena di luar sana tidak ada yang menyayangi nyeri lambungmu dan memetiknya sebagaimana aku; tidak ada yang merindui tukak lambungmu, dan menciumnya, sebagaimana aku. tak terhitung berapa masa tandas percuma. satu detik tiada terbeli dengan harta. duhai waktu, sungguh mahal nian engkamu; begitu berharga setelah berlalu. Di suatu pulang ibu yang tahu saya suka tahu tahu-tahu memasak tahu, tahu yang dimasak ibu tahu ia akan disulap jadi tiada, tahu-tahu tahu-tahu yang dimasak ibu melarikan diri tanpa tahu bahwa tahu-tahu itu hanya di suatu ketika di kepala saya yang lapar. seterang matahari mengusap pagi, setenang embun membasuh daun, cinta begitu lembut menjatuhi dadaku lewat teduh matamu. aih, di dunia yang serba musykil ini, begitu mudah aku menyayangimu. Hidup bagai ballerina Meniti, berjuang mencipta keindahan Atasi sakit, ikuti musik Yang senandungnya mengalir dalam diri Luapkan Cinta yang mewujud bentuk Berputar, lompat, meregang Menjangkamu, hadirkan gambaran Persembahan hati yang teguh didalam insan yang rapuh. Embun rindu dini hari, menetes di atas gersang hati. Sejuk sesaat yang segera menguap, seiring garang realita menatap. Angan tak selalu jadi Mutiara untuk kekasih kafan dan amalan. aku terdiam; mata waktu menatap tajam, mengandung pesan dan mengingatkan. sementara, keningku sudah dingin ditodong pertanyaan-pertanyaan purba. Bertemu di waktu yang tepat, takdir memberikan kesempatan pada mereka untuk saling memperbaiki dengan bersama berjuang didalam mimpi Bahagia yang sederhana? Yakni aku yang ikut tertawa Melihat tingkah mu bercanda Aku yang tersenyum Melihat wajahmu tidak murung Aku yang terpaku Melihat kau senandung Dengan benda di telingamu Di langit hidupku yang mendung. Seandainya kamu tidak akan pernah kembali, Maka setidaknya harapan sekali saja aku dapat menatapmu tanpa rasa Mereka adalah pelaku, sedang saya hanya seorang peluka. terkadang mencintai rasa tidakut jauh lebih baik takut sewaktu nanti maut menjemput tanpa kecupan, tanpa pelukan Mengetuk pintu takutmu lewat tangan matahari Atau tersembur tanpa permisi dari hitamnya malam Sebab janji telah terlupa dari ingatan kita Saat jutaan bintang diatur tanpa berbentur, dan bulan yang datang atau pun hilang Sanggupkah engkau atur barang semalam? sewaktu memang engkau merasa pemilik daya dan kuasa yang engkau agungkan Atau ubahlah tempat datang dan pulang matahari engkau, aku lemah Pagi ini rasanya memang berbeda dengan pagi kemarin. Tentang kehilangan yang semakin terasa pekat, tentang dilema yang tidak berkesudahan, tentang keberlaluan yang tidak mengenal waktu kapan ia akan kembali. Kepada sajak hujan Aku titipkan gerimis di awal pekan Tanpa janji manis semurni madu hutan Namun yakinlah tetap ada kebaikan di masa depan Masihkah kau menghitung-hitung apa saja yang telah aku berikan, sedang cintidaku masih saja sebanyak ikan-ikan di lautan. Kembali dari kebisingan, mengayuh sepi berkelindan dalam sunyi Oh dunia! Aku terkapar di sini, di mana jalanku menuju ilahi? Dia datang kepada ku Meminjam sedikit kekuatan Dia datang kepada ku Meminta untuk dicintai Aku berikan dia kekuatan Aku berikan dia cinta Tapi akhirnya Berkecai juga Balikan rasaku, Balikan rasaku.. Aku tak mau sebagaimana ikan asin lagi yang dijemur hingga kering, Sungguh kerlingan lembar matidaku menjadi basah kali ini, Sudah seribu bulan belum mengering. kita hanyalah kemungkinan, kemungkinan yang tidak mungkin menjadi mungkin kamu tinggal dan meninggalkan dua kata itu begitu menyakitkan berlalu menjelma kalimat terakhir sebelum air mata lahir. Aku adalah puisi yang tidak kunjung usai kamu tulis. Aku adalah cinta yang tidak pernah engkau Cinta Untuk Pasangan lenyap adalah caraku menuju petang Saat aku percaya bahwa ia adalah satu-satunya arah pulang yang menenangkan Kamu nyata, didalam angan saya. Tapi fana, dalam segala nyata. Didalam cinta, ia tidak tidakut akan kelenyapan. Yang dikhawatirkan ia tidak punya rasa cinta sama sekali sampai ia pulang tanpa kembali lagi. mencintai Sewajarnya Saja, Sebab yang Sehati Belum Tentu Saling Memiliki. Kubaca lagi pesan-pesan lamamu. Kulihat lagi foto-fotomu. Kugenggam lagi bayang tanganmu. Kupeluk lagi kalbu rindu usang ku padamu. Kuratapi lagi luka darimu. Dan lagi-lagi aku tenggelam lagi didalam elegi. Mengapa aku sedungu ini karena cinta? kita menanti detik pertama embun mengecup daun. sebab cinta adalah kesegaran pagi yang menjaga harapan kita. Air mengalir, gemericik terasa dingin. Tanah tergerus, gemuruh terasa lembab. Angin tertiup, hembusan terasa sejuk. Api membakar, membara terasa hangat. Bagaimana dapat aku jatuh hati padamu dan sama sekali tidak terasa olehmu? Aku tidak sedang pura-pura bahagia dengan mengatakan "Aku baik-baik saja", Sebab tanpamu, sunyi membuatku mati, dan bising membuatku asing. Semoga kita dipertemukan nanti ya, tidak sekarang, entah engkau dengan pasanganmu itu, atau aku bersama dengan kesendirianku hehe Mungkin doa-doaku selalu sampai... Namun tuhan tau apa yang terbaik untukku, yaitu dengan tidak bersamamuKata-kata Sayang untuk pasangan Ada yang lenyap saat kusesap kopi Ialah; pahitnya kenangan yang dulu datang membawa manisnya harapan Bahkan tidur belum memberi ruang Untuk bisa memandang yang tercinta Namun mata yang terpejam Menarik kuat kepada dirimu Bahkan di tengah keramaian Di atas kendaraan, di kerumunan orang. Aku memang berencana untuk mengenal dan lebih dekat denganmu. Namun, sungguh aku tak berencana untuk sakit dan sendiri setelahnya. Kita adalah dua yang satu, beda yang sama, banyak yang tunggal. Yang kita perlukan hanya saling menyesuaikan. Purnamaku telah menunggu Kasih yang tak kunjung sampai Ribuan jalan telah dilalui Namun, tak kunjung menemukan tujuan Doa-doa telah dilantunkan, pada langit yang berselimut awan Hanya berharap jawaban lewat turunnya hujan Cinta itu samudera terdidalam, dan engkau pulau terjauh. Mencapaimu kurela menyelam sekalipun nyawaku tersisa separuh. jangan meminta. jangan berharap. doa itu aku akhiri, karena cukup kau tau, aku masih bahagia dengan cara itu aku menyayangi kamu Kata-kata Manis untuk Kekasih Bicara tentang cinta Kisah-kisah menjelma Tangis dan tawa beriring Hingga makan sepiring Rindu-rindu menggebu Malu-malu memadu Hingga ragu kala temu Kisah klasik yang syahdu Tiada lagi kita, rindu tinggal cerita. Daun telah gugur dari dahan, semoga perpisahan yang menjadi kebaikan. Perpisahan mungkin bersayap Ia mengepak Bersama ingatan Menuju langit Yang telah berubah Menjadi air mata Hai, Puan... Tetaplah menjadi matahari di antara mendung. Hai, Tuan... Tetaplah menjadi kekuatan di antara kebimbangan... Menunggu; Katanya amat jemu Banyak membuang waktu Pikiran jadi tidak karu Makan pun tidak nafsu Tapi bagiku Arti menunggu Tidaklah sejemu itu Karena dengan begitu Kita 'kan lebih dewasa oleh rindu. Cukup sekian cerita panjang tentang lelahnya berjuang Kini saatnya rebah, lalu nikmati tidur panjang Bertabur bintang di langit matamu. Oh, berjuta warna indahnya. Dan aku mohon untuk kali ini, kekasih, janganlah dulu kau berkedip, agar terpuaskan rasaku. Suatu hari nanti rintik hujan Akan tiba di kotamu Dan mengisahkan betapa nyerinya Sebuah kehilangan didalam sebuah musium kata.. hilang-lenyap-lenyap... Kamu menglenyap dan aku kelenyapan. Rumah mana yang akan aku tuju, ketika kamu tidak lagi ada di tempat yang sama sejak hari ini. Perihalmu Sepanjang malam namamu kutangisi Sebab rindu yang mendzalimi Kubisikan perihalnya pada lembaran-lembaran shyam malam Kukirimkan serupa embun pagi dipelataran teras kamarmu Mungkin telah berkertap menguap sebelum kamu temu Setiap hari sepanjang malamku. andai kecemasan ada dalam bentuk kemasan, aku ingin membelikanmu sembilan, untuk oleh-oleh ketika kamu mudik ke didalam kenangan. Mungkin engengkau tuli tidak engkau dengarkah betapa lantangnya aku mengeja tentang mengasihimuKata-kata Puitis untuk pasangan manis Tenanglah, ada aku di depan pintu. Sewaktu-waktu apapabila butuh, buka saja. Cinta!! Kata yang akhirnya berakhir di persemayaman abadi dalam kisah perjalanan kita Masihlah menerka rindu mana yang ingin di tuju Peluk mana yang lebih hangat Serta senyum mana yang teramat membekas Kemudian hati akan menuntun kemana diri harus berlabuh Sepi Ini bukanlah tepi Tiada rasa pedih Berujung Bukan berkabung Aku tak bersedih Mentari Surut di sore hari Tutup tabir langit pergi 'Tuk kembali lagi Asa baru bangkitAksaraku gugur di ujung jemari, setelah titik di ujung puisi. Kini tawamu hanya sisa kerenyahan yang kurekam, dalam setiap kecemasan yang disebut malam. kau rapalkan mantra-mantra engkau buatku bahagia dengan sengaja engkau menautkan rindu begitu erat pada temu engkau yang menggairahkan didalam singkatnya waktu~ Engengkau rindu yang kuarungi; sejauh-jauh usia tidak kutemukan batas dan ujungnya. Sudahi saja semua kegamangan dalam hatimu Buat apa menumbuhkan rasa yang cuma mengalir saja tak tau kapan berhenti tidak ingin mencari di mana muaranya Sementara waktu kian berlari Tanpa ampun menggerus usia Akhiri atau engkau akan menangis sia-sia Engkau cinta yang kuselami; sedidalam-dalam napas tak jua kudapati dasarnya. Tatapanmu, adalah embun yang tidak pernah luruh, segarkan jiwaku, yang telah sekian lama kerontang rapuh. Rasa rindu bercampur ragu Hendak menyapa, namun ambigu Selalu rasa ini timbul memburu Risau hati dililit cemburu Seberapa jauh aku lenyap Seberapa lama aku berkelana kamu tetap tempat paling teduh dijagat raya Akan kuludahi segala kesombonganmu, Bung! kamu begitu merendahkanku. Suatu saat nanti kamu lihatlah, aku pastikan aku yang akan lebih dulu memeluk wanita itu. Saat waktu telah tertutup, Ada hati yang hilang tertiup; Angin dingin dari hujan, Menerbangkan semua kenangan. Kuselipkan namamu di antara sajak dan senja Tapi kau tawarkan malam untuk menghapus jingganya Sama sekali tidak mengerti cara kerja mimpi. Tapi kadang ia menghadirkan orang yang paling kita rindukan tepat waktu Besok aku menduga, Ada mampir yang siap aku sudahi Kemarin aku sempat renung Aku sudah menunggu tepat hari itu sewaktu saja aku yang menjadi dirimu. Sesekali aku lupa akan rindu, ketika tubuhku terkujur dalam mimpi. Memimpikan tentang kisah yang telah kita ukir bersama dan menantikan kita berumah bersama. dengarkah engengkau? suara petir yang bergemuruh getir. rintikan hujan yang seakan menangis perih. dedaunan yang bergoyang ke sana dan kemari seakan ingin berlalu. dan aku, yang berdiam diri didalam diam. petir, hujan, dan dedaunan. mewakili diriku mengekspresikan diri. Kamu terlalu berkilau untuk aku yang redup. Di mendung yang bergelantungan, ada setitik jingga yang mampu kita temukan di rona senja Ya .... Tempat di mana berjuta asa pernah kita pancang Walau telah redup di ujung laut Tapi masih indah menggenang, di samudera kenangan. Di tumbuhkan kembali dalam dada, sebuah kenang dari serpihan warna yang terserak, ialah motif tarantula pada bajumu. Di kedalaman matamu kutemukan keteduhan Sebuah kehangatan yang tidak pernah terjamah Sebuah ketulusan mendidalam dari cinta sejati Dan menyayangimu biar menjadi rahasia paling khusyuk dalam setiap sujudku Kenapa kau pergi, ketika semua baik-baik saja? Apa perlu aku ubah setiap bahagia menjadi luka, agar kau tak lenyap menemui sang kuasa? Dibalik kaca ini aku melihatmu, jatuh satu persatu dan bergantung pada apapun yang engkau mau. Menceritakan tentang langit yang selalu diam saat engkau tinggalkan, dan ketika keringmu menjadi kenangan, aku hanya mengingatmu sebagai tetesan hujan. Tidakkah sama, kamu dan aku? Tidakkah pernah lelah menunggu? Menunggu kabar darimu, yang kian kabur dari dinding kamarku, yang kian pekat didalam didalam ingatanku. Yang selalu enggan untuk jujur berkata saatu itu, rindu, Kekasihku. Ketika langit mendung menghalangi keindahan senja, Apa mungkin sama sebagaimana kamu yang menghalangi rasa rindu ini? —;aku si penikmat senja tak henti mengejarmu Berdarah-darah mengasihi Paling muka sering diterima tidak pantang hingga cinta bernyawa Menangis tanpa kau tahu Mencinta tanpa lelah Begitulah cintanya Masih membara meski susah; kisahnya Debaran hati yang tidak menentu Ketika hembusan rindu sengaja bertamu Hadirmu, melemahkan nafsuku Senyumu, menghangatkan jiwakuKumpulan kata kata cinta laila majnun Bikin Nangisoleh jagolamarantag kata bijak Novel Layla Majnun adalah sebuah novel yang cukup laris disepanjang zaman. Bahkan menjadi perbincangan dari generasi ke generasi juga menjadi objek penelitian kritikus sastra di berbagai belahan dunia. Penasaran dengan isi bukunya? Kamu bisa baca resensi novel Layla Majnun di artikel ini. Di sini akan di bahas berbagai unsur penting dalam novel agar kamu lebih paham lebih dalam novel ini. Mulai dari identitas hingga pesan moral dalam novel akan di bahas lengkap. Yuk. Simak penjelasannya di bawah ini! Identitas Novel Laila Majnun Judul NovelLayla MajnunPenulisNizami GanjaviJumlah halaman236 halamanUkuran buku13×19 cmPenerbitPT. Navila YogyakartaKategoriFiksi RomanceTahun Terbit2010Harga novelRp. Novel legendaris dan terkenal ini di tulis oleh Nizami Ganjavi dan diterbitkan pada tahun 2010. Novel dengan ketebalan 236 halaman ini mampu membuat kamu menitikkan air mata karena kisahnya yang mengharukan. Novel ini diterbitkan oleh PT. Navila Yogyakarta. Sinopsis Novel Laila Majnun Duhai betapa dunia akan bermuram durja Bila engkau tidak pernah berkunjung ke rumah seorang kekasihDan tidak memiliki kekasih untuk menghiburmu Novel ini mengisahkan kisah percintaan antara Layla dan Majnun yaitu dua insan yang memiliki ketulusan cinta yang telah membuat mereka menjadi pecinta sejati. Tak terbatas cinta pada sang kekasih tapi juga semangat cinta telah dibuat Qays dan Layla menjadi mencintai alam dan cinta perdamaian. Cinta alihh-alih membelenggu justru membebaskan mereka dari nafsu keduniaan. Inilah kisah perjuangan pencarian terhadap kesejatian cinta. Kisah cinta dua anak manusia yang membuka mata hati kamu untuk memaknai perjuangan cinta mempertahankan cinta sejatinya serta makna cinta yang membuat kamu yakin akan kekuatan cinta. Cinta mereka yang terhalang oleh permusuhan antara dua kubu. Membuat mereka terluka. Dimana Layla yang harus menerima perjodohan dari lelaki lain hingga ia harus menderita karena bukan cinta ini yang diinginkan. Mendengar kabar kekasihnya telah tiada membuat Qays tak bisa menerima dengan ikhlas. Karena kekasih hatinya merupakan cinta sejatinya sehingga kekacauan di dirinya menjadikannya mendapat julukan Majnun alias “gila”. Lalu bagaimana kelanjutan kisahnya? Yuk, baca novel Layla Majnun di jamin bikin baper dan tersentuh. Unsur Intrinsik Novel Laila Majnun Dalam resensi tentunya di dalamnya terdapat unsur intrinsik yang membangun novel tersebut. Seperti tema, tokoh dan penokohan hingga amanat yang terkandung. Dalam resensi novel Laila Majnun juga memiliki unsur intrinsik di dalamnya, yaitu adalah 1. Tema Tema yang diangkat dalam novel ini adalah tentang cinta sejati dari dua insan yang memperjuangkan cinta sejatinya. 2. Tokoh dan Penokohan Berikut beberapa tokoh yang terdapat dalam novel Laila Majnun diantaranya adalah Layla, ia meruapkan gadis yang cantik yang sabar dan penurut akan tetapi ia lemah tidak bisa menolak permintaan ayahnya Qays, ia memiliki sifat yang mudah putus asa dan gila karena cinta Naufal, ia pengembara yang terkenal memiliki sifat pemberani, bersahabat, baik dna jujur Ibnu Salam, suami Layla yang sabar menunggu sampai Layla mencintainya Seyh Omri, ayah majnun yang bijaksana, namun memuja harta, dan memiliki harga diri yang tinggi Ayah Layla, tegas, dan memiliki pendirian dan menajga harga diri bani Qathibah. Dan masih banyak tokoh lainnya 3. Alur Alur yang di gunakan dalam novel Layla Majnun yaitu menggunakan latar maju atau progresif. 4. Latar Waktu Latar waktu yang digunakan dalam novel yaitu pagi, siang, sore dan malam hari. 5. Latar Tempat Latar tempat yang digunakan dalam novel yaitu di jazirah Arab, antara Mekah, Madinah, dan Najed. 6. Sudut Pandang Sudut pandang yang digunakan dalam novel Layla Majnun ini yaitu menggunakan sudut pandang orang ketiga yang serba tahu. 7. Gaya Bahasa Gaya bahasa yang digunakan dalam novel yaitu menggunakan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh semua kalangan. Dan banyak menggunakan gaya bahasa perumpamaan dan perbandingan. di tambah beberapa majas simile, dan personifikasi. 8. Amanat Dalam cerita kita telah memahami makna cinta yang sesungguhnya namun jangan sampai terperangkap oleh duri cinta yang mengandung racun sehingga kita lupa akan segalanya. Selain itu, kita bisa memetik pelajaran kita tidak butuh harta maupun kekayaan melimpah karena tidak bisa ditukar dengan keindahan yang dirasakan oleh Qays. Unsur Ekstrinsik Novel Laila Majnun Berikut merupakan unsur ekstrinsik yang terdapat dalam novel Layla Majnun, diantaranya adalah 1. Nilai Sosial Nilai sosial yang terkandung yaitu dimana kita jangan merasa sombong dan membanggakan diri karena memiliki harta yang banyak dan menghina orang lain. Karena harta tak bisa mengembalikan kewarasan seseorang untuk bahagia. 2. Nilai Moral Kisah cinta Layla yang sangat mencintai Qays meski hingga tutup usia ia tidak bisa menggapainya. Ia tetap setia pada satu cinta yaitu Qays seorang. Kesetiaan Layla sangat menggugah hati para pembaca Kelebihan Novel Laila Majnun Mengajarkan kita makna cinta sesungguhnya Sebuah cerita yang sangat menarik dan mengisnpirasi dalam setianya Kata-katanya ringan dan mudah di pahami Banyak kata-kata puitis yang indah Alur enak diikuti Kekurangan Novel Laila Majnun Kurang tebal Ending cerita kurang bagus Gaya bahasa pada syair digunakan cukup sulit di pahami Pesan Moral Novel Laila Majnun Terakhir dari resensi novel Layla Majnun yaitu pesan moral yang terkandung di dalam novel tersebut adalah Dalam cerita kita telah memahami makna cinta yang sesungguhnya namun jangan sampai terperangkap oleh duri cinta yang mengandung racun sehingga kita lupa akan segalanya. Selain itu, kita bisa memetik pelajaran kita tidak butuh harta maupun kekayaan melimpah karena tidak bisa ditukar dengan keindahan yang dirasakan oleh Qays Layla dan Majnun merupakan sebuah kisah asmara yang ditulis oleh sastrawan Persia asal Azerbaijan ternama, yakni Nizami Ganjavi. Layla dan Majnun mengisahkan tentang seorang pemuda bernama Qais yang jatuh cinta kepada seorang wanita bernama Layla. Namun, ayah Layla tidak menyetujui hubungan asmara anaknya dengan Qais, dan malah berusaha menjodohkan Layla dengan seorang saudagar kaya. Kisah Layla dan Majnun ini sekilas mirip dengan cerita Romeo dan Juliet yang ditulis oleh William Shakespeare. Saking miripnya, beberapa tokoh barat seperti Lord Byron menyebut Layla dan Majnun sebagai Romeo and Juliet versi Timur. Namun, umur cerita Layla dan Majnun ini jauh lebih tua daripada kisah legendaris Romeo dan Juliet. Diketahui bahwa kisah legendaris Layla dan Majnun ini bukan karya orisinal yang ditulis Nizami sendiri, melainkan Nizami terinspirasi dari sejumlah kisah yang berasal dari Tanah Arab. Meski begitu, cerita Layla dan Majnun ini tetap menjadi masyhur sebagai tulisan karya Nizami sendiri. Sebab, Nizami lah yang berjasa menuliskan kisah ini ke dalam sebuah buku, dan mengenalkan kisah ini kepada masyarakat luas hingga populer. Kisah Layla dan Majnun terkenal hingga ke sejumlah negara. Maka itu, buku Layla dan Majnun ini pun kemudian banyak diterjemahkan ke bahasa lain, seperti bahasa Indonesia, Turki, Persia, dan India. Kisah Layla dan Majnun ini menjadi sangat fenomenal, karena membahas tentang cinta tanpa ada sedikit pun kata-kata cinta di antara kedua sejoli yang jatuh cinta, juga tidak ada kontak fisik di antara mereka. Novel Layla dan Majnun ini juga telah dinobatkan sebagai novel All Time Best Seller, yang memuat kisah cinta legendaris nan indah. Melalui kisah Layla dan Majnun ini, kita dapat mempelajari tentang bagaimana arti cinta yang tulus, dan juga mengetahui bagaimana seseorang dapat berjuang untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Novel Layla dan Majnun ini cocok untuk dibaca oleh siapa saja, terkhusus lagi bagi kalian yang gemar dan mencintai sastra klasik. Profil Nizami Ganjavi – Penulis Novel Layla MajnunSinopsis Novel Layla MajnunKelebihan Novel Layla MajnunKekurangan Novel Layla MajnunPesan Moral Novel Layla MajnunBuku Best Seller NovelArtikel Terkait Rekomendasi Novel Profil Nizami Ganjavi – Penulis Novel Layla Majnun Jamal ad-Din Abu Muhammad Ilyas ibn-Yusuf ibn-Zakki atau yang dikenal dengan nama pena Nizami Ganjavi merupakan pria kelahiran tahun 1141 di kota Ganja, yang merupakan bagian dari Kesultanan Seljuk, yang kini dikenal sebagai negara Azerbaijan. Sejak kecil, Nizami sudah menjadi anak yatim piatu. Maka itu, Nizami kemudian dibesarkan oleh pamannya yang bernama Khwaja Umar. Pamannya tidak sembarang membesarkan Nizami seadanya saja. Sejak kecil, Umar memberikan pendidikan yang berkualitas pada Nizami. Hal itulah yang kemudian membuat pengetahuan Nizami sangat luas, mulai dari bidang matematika, astronomi, psikologi, astrologi, hingga musik. Seiring berjalannya waktu, Nizami kemudian menghabiskan masa hidupnya di Ganja dengan menekuni bidang sastra. Nizami belajar dan terinspirasi dari sastrawan muslim pendahulu asal Persia, seperti Ferdowsi 935/940-1019-1026, dan Sanai 1080-1131/1141. Pada saat menekuni bidang sastra tersebut, pria yang saat itu dikenal sebagai Ilyas kemudian mencari nama pena, karena ia ingin menerbitkan karyanya. Ia kemudian memutuskan Nizami Ganjavi sebagai nama penanya, nama yang kita kenal hingga sekarang. Karya pertama Nizami berjudul Gudang Rahasia atau Makhzan-ol-Asrâr, yang diterbitkan pada tahun 1163. Karya Gudang Rahasia ini disebut-sebut terinspirasi dari Hadiqat al Haqiqt, yang merupakan karya sastra tulisan Sanai, karena kedua karya tersebut mengandung cerita yang filosofis. Nizami kemudian membuat karya kedua yang berjudul Khosrow o Shirin atau Khosrow dan Shirin pada tahun 1177. Kemudian, Nizami pada tahun 1192 menerbitkan karya yang berjudul Leyli o Majnun atau Layla dan Majnun. Pada tahun 1194 menerbitkan Eskandar-Nâmeh atay Kitab Alexander, pada tahun 1197 menerbitkan Haft Peykar atau Tujuh Bidadari. Keempat karya Nizami dari urutan terakhir bergenre romantis. Tiga karya Nizami selain Layla dan Majnun diketahui terinspirasi dari Shahnameh, yakni karya sastra milik Ferdowsi. Sementara, Layla dan Majnun terinspirasi dari sejumlah karya yang pernah dibaca Nizami. Salah satu karya yang menginspirasi kisah Layla dan Majnun, yaitu novel kuno Yunani yang berjudul Metiochus and Parthenope. Pada abad ke-11 novel ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab dengan judul Vamiq u Adhra. Novel Vamiq u Adhra ini dikenal sebagai novel romantis Persia. Layla dan Majnun memiliki premis cerita yang sama dengan Vamiq u Adhra, yakni sepasang kekasih yang saling jatuh cinta satu sama lain. Namun, terdapat sedikit perbedaan pada detail dan alur cerita, seperti keputusan keluarga Layla untuk menjodohkan Layla dengan laki-laki lain. Kesuksesan Nizami sebagai seorang penulis telah diakui oleh masyarakat dari seluruh dunia. Hal ini juga dibuktikan dengan kisah Layla dan Majnun yang dibuat 829 tahun yang lalu, masih dikenal hingga sekarang. Bahkan, Netflix telah merilis film Layla Majnun pada Februari 2021. Tepat 12 tahun setelah karya terakhir Nizami terbit, ia meninggal dunia. Hingga saat ini, Nizami bagaikan menjadi sosok yang abadi. Nizami dikenal sebagai pujangga romantis melalui karya-karyanya yang tak lekang oleh waktu. Sinopsis Novel Layla Majnun Kisah ini bermula di tanah Arab. Terdapat seorang lelaki muda bernama Qais. Suatu hari, ketika Qais sedang menempuh pendidikan di suatu sekolah agama, Qais bertemu dengan seorang gadis bernama Layla. Pada detik pertemuan tersebut, Qais langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan gadis bernama Layla itu. Qais tergila-gila kepada Layla, dan ia kemudian terus menulis puisi yang berisi pujaan, yang mengagungkan sosok Layla sang gadis menawan. Qais juga tak segan membacakan puisi hasil karyanya di sudut-sudut jalan. Qais akan terus membacakannya, tidak memedulikan pendapat orang lain yang mengacuhkannya dan berkata buruk tentangnya. Layla merupakan seorang gadis yang rupanya sangat cantik. Layla lahir di keluarga yang terpandang dan kaya raya. Berdasarkan latar belakang tersebut, keluarga Layla tentu berharap Layla dapat menikah dengan lelaki yang berasal dari keluarga yang setara dengan keluarganya, agar Layla dapat hidup dengan gelimang harta dan kekayaan. Namun, cinta yang dimiliki oleh Layla merupakan cinta suci yang hanya akan ia persembahahkan kepada lelaki yang benar-benar ia cinta. Layla kemudian menemukan sosok lelaki itu dalam diri Qais. Qais dan Layla saling jatuh cinta satu sama lain. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, ayah Layla tidak merestui hubungan asmara anaknya dengan Qais. Layla kemudian pergi meninggalkan Qais, karena tidak mendapatkan restu dari sang ayah. Layla kemudian dijodohkan oleh ayahnya dengan seorang saudagar kaya yang berasal dari suku Thaqif yang ada di kota Ta’if. Qais mendengar kabar tentang Layla yang akan menikah. Mendengar berita itu, Qais pun patah harapan, lalu pergi meninggalkan rumahnya untuk menuju hutan belantara. Dikarenakan kepergiannya itu, Qais diberi julukan oleh masyarakat setempat sebagai Majnun yang berarti gila. Layla kini telah menikah dengan seorang saudagar kaya. Namun, Layla ternyata tetap tidak dapat merasakan kebahagiaan. Dalam hati kecil Layla, ia hanya ingin menikah dengan Qais. Namun, takdir berkata lain. Setelah hidup dan tinggal di Arab Utara bersama suaminya, Layla kemudian meninggal dalam keadaan menanggung rindu kepada cinta sejatinya, Qais. Qais mengetahui kepergian cinta sejatinya itu, fan kemudian mendatangi pusara Layla dengan perasaan yang sangat sedih. Memang cinta sejati, tak lama setelah kematian Layla, Qais kemudian menyusulnya pergi ke kehidupan lain. Qais kemudian dimakamkan di dekat pusara Layla, sebagai tanda cinta yang tragis, tetapi tidak terpisahkan. Kelebihan Novel Layla Majnun Novel Layla dan Majnun ini dituliskan Nizami Ganjavi dengan sangat indah. Layla dan Majnun menawarkan cerita romansa yang sederhana, penggunaan kata-kata dan bahasa juga sesuai dengan latar belakang cerita yang terinspirasi dari sastra Arab ini. Novel Layla dan Majnun bersifat inspirasional. Maka itu, novel ini dapat memberikan sejumlah inspirasi bagi para pembacanya. Para pembaca dapat menemukan berbagai kesan dan pesan yang menyentuh hati, juga pemaknaan mengenai apa itu cinta sejati. Novel Layla dan Majnun ini juga sangat cocok untuk dibaca sebagai salah satu bahan pembelajaran bagi anda yang gemar dan menekuni dunia kesastraan. Sebab, bahasa yang digunakan merupakan bahasa yang estetik ala sastra. Kekurangan Novel Layla Majnun Oleh karena penggunaan bahasa yang tinggi ala sastra Arab, syair-syair yang indah dan beberapa kosa kata yang terkandung dalam novel Layla dan Majnun ini mungkin akan sulit dimengerti sebagian orang yang memang awam dengan kosa kata asing. Pesan Moral Novel Layla Majnun Cinta sejati nyata adanya. Cinta sejati, yang tak terpisahkan oleh jarak dan waktu. Cinta yang akan terus bertahan tak peduli seberapa besar tantangan yang menghalangi kedua insan yang saling mencintai. Kita kerap kali hidup dengan dibatasi oleh status sosial, harga diri, dan segala standar buatan manusia lain. Sejumlah hal tersebut bisa dinilai sebagai hal yang baik, tetapi juga bisa membuat kita tak menjalani hidup dengan apa adanya, bahkan menimbulkan berbagai kejadian buruk. Seperti pada kisah ini, Layla tidak bisa menentukan jalan hidupnya sendiri, karena dibatasi oleh status sosial. Maka itu, Layla tak bisa menikah dengan pria yang menjadi cinta sejatinya, dan selama hidupnya merasa menderita akibat hal itu. Hidupmu adalah keputusanmu. Jangan biarkan orang lain untuk mengendalikan dirimu. Menaati orang tua adalah hal yang baik, tetapi tak semua hal yang dikatakan orang tua harus anda taati. Sebab, sebagai manusia, orang tua juga bisa salah. Orang tua juga bukan seseorang yang akan menjalani kehidupanmu. Pada akhirnya, hidupmu adalah milikmu sendiri, anda yang akan menjalaninya. Jangan menyerah dan terus semangat dalam menghadapi berbagai cobaan dalam hidup. Seberat apa pun cobaan yang diberikan Sang Pencipta bagi kita, kita pasti dapat mengatasinya. Mengatasi cobaan bukan berarti mendapatkan apa yang kita mau. Mengatasi cobaan juga bisa berarti kita dapat mengendalikan diri, emosi, dan ego kita dalam menghadapi cobaan tersebut. Jangan membuang waktu untuk sesuatu hal yang memang mutlak tidak mungkin untuk kita lakukan atau kita dapatkan. Sebab, jika begitu, sesungguhnya anda berbuat sia-sia. Harta bukan segalanya. Hormati orang lain jika dirimu ingin dihormati. Hendaknya kita selalu berbuat sopan kepada siapa pun itu. Bagi anda yang ingin mengetahui kisah legendaris Layla dan Majnun, anda bisa segera mendapatkan novel Layla dan Majnun karya Nizami Ganjavi ini di

kata kata laila majnun