Padahalpada hakikatnya, rumah tangga adalah ladang pahala yang sangat luas bagi seorang wanita. Semuanya tidak lagi membanggakan ketika memiliki cita-cita menjadi ibu rumah tangga biasa dan seutuhnya mengabdikan diri kepada keluarga saja. Saya butuh waktu yang cukup lama untuk menimbang, malah bimbang, bahkan gamang. Jangansekolah tinggi-tinggi, paling juga hanya akan jadi Ibu rumah tangga. Kalimat tersebut kerap kali dilontarkan untuk seorang gadis yang menginjak dewasa. Sekalipun dia bergelar Sarjana, setelah menikah akan menjadi istri terbaik dan seorang Ibu untuk putra-putrinya. Itulah kodrat wanita. Sebenarnya sebuah ungkapan yang tidak benar. SarjanaTapi Jadi Ibu Rumah Tangga Aja Move On Yuk Sis Biar Tidak Kata Bijak Tentang Rumah Tangga Best Kata Bijak 2019 Quote Rumah Tangga Islami Gambar Gratis I Please I Jangan Katakan Kalimat Ini Pada Ibu Rumah Tangga Kumpulan Kata Kata Mutiara Puisi Dan Ucapan Selamat Hari Ibu Aku malu dgn gelar sarjana, tapi tanganku masih tengadah meminta jatah pada bapak dan ibu Aku maluuuu" "Sebaik baik manusia adalah seorang ibu, karena ibu akan melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan anaknya" "Bukan harta yang orangtua kalian harapkan dari kalian, cukup menjadi anak yang shaleh/shalehah" ceramah tentang menutup aurat laki laki dan perempuan. Pelihara hubungan bersama pasangan dengan kata-kata bijak dalam kehidupan rumah tangga yang kami rangkum di artikel ini. Kamu dan pasangan mungkin juga memerlukannya sebagai bahan renungan ketika sedang sama-sama saling memperbaiki memupuk hubungan dalam kehidupan pernikahan, kiranya pasangan suami istri perlu membaca-baca kata-kata bijak seputar rumah tangga. Siapa tahu saja, keduanya bisa sama-sama belajar tentang bagaimana menjalani pernikahan yang itu saja, dengan menyimak berbagai kutipan seputar kehidupan pernikahan di artikel ini, suami istri juga bisa belajar cara memelihara biduk rumah tangga agar langgeng. Salah satunya dengan berusaha saling memahami dan meminimalkan seperti apa kata-kata bijak dalam hubungan yang kiranya dapat memelihara rumah tangga supaya makin awet? Daripada penasaran, lebih baik kamu simak saja penjelasan yang KepoGaul paparkan di bawah ini!1. Kualitas Hubungan Kebahagiaan dalam keluarga tidak tergantung melimpahnya harta, tapi lebih karena kualitas hubungan di dalamnya. Rumah tangga yang bahagia tidak bergantung pada banyaknya harta yang dimiliki sepasang suami istri. Justru, seberapa baik hubungan keduanyalah yang menentukan apakah rumah tangga dapat bahagia atau tidak. 2. Tentang Kekurangan Pasangan Ketika seseorang tidak memenuhi kriteria kita, bahkan jauh sekali, maka bukan berarti kita tidak bisa menyukainya. Tanyakanlah ke orang tua kita, nenek kakek kita, pernikahan mereka langgeng, justru karena tetap menyukai seseorang dengan segala kekurangannya. Tere Liye Kata-kata mutiara bijak islami terkait pernikahan dari Tere Liye di atas kiranya juga dapat menjadi bahan renungan agar kamu mampu menjaga keharmonisan hubungan dalam rumah tangga. Bahwasanya, dalam berumah tangga, sepasang suami istri mesti senantiasa saling menyukai kekurangan masing-masing hingga maut memisahkan. Rumah terdiri dari dinding dan jendela, sedangkan rumah tangga tercipta dari kasih sayang dan cita-cita mulia. Kutipan yang satu ini mestinya tidak sulit untuk kamu pahami. Bahwa rumah tangga pun sama seperti bangunan yang memerlukan pintu dan jendela. Bedanya, hubungan rumah tangga dibangun dengan kasih sayang dan cita-cita mulia. 4. Syarat Pernikahan Ada empat persyaratan dalam setiap pernikahan yang membahagiakan. Yang pertama adalah iman, dan sisanya adalah kepercayaan. Elbert Hubbard Menurut kata-kata bijak dalam hubungan suami istri yang tertera pada kutipan di atas, rumah tangga bahagia adalah yang dibangun atas dasar iman. Sisanya adalah kepercayaan terhadap pasangan. 5. Tak Semulus Jalan Tol Tidak pernah ada pernikahan semulus jalan tol, selalu ada lubang-lubang penghambat. Yang penting teruslah berjalan dan jangan berhenti. Kehidupan pernikahan tidaklah semulus lajur jalan tol yang bebas hambatan. Selama menjalaninya, pasangan suami istri tentu melewati berbagai ujian. Jika kamu mengalami kesulitan dalam pernikahanmu, tetaplah bersabar dan terus berusaha memperbaikinya bersama pasangan. Baca juga Kata-Kata untuk Wanita Muslimah sebagai Renungan Sehari-Hari 6. Siapa Paling Baik? Karena dalam rumah tangga bukan tentang siapa yang paling baik, melainkan bagaimana kita bersama-sama untuk menjadi lebih baik setiap hari. Bunda Alqar Di dalam kehidupan rumah tanggamu, usahakan untuk tidak saling menyalahkan satu sama lain dengan pasangan. Pernikahan tidak untuk mencari siapa yang paling baik atau buruk, tetapi menjadi baik bersama. 7. Cara Berbicara dengan Pasangan Nada bicara tinggi akan memancing pasangan untuk bicara dengan nada tinggi juga. Bicaralah dengan nada yang wajar saja. Kiranya, kata-kata bijak dalam hubungan rumah tangga yang tertera pada kutipan di atas penting untuk diperhatikan pasangan suami istri, terutama ketika bertengkar. Bahwasanya, pertengkaran tidak perlu dilakukan dengan saling meninggikan suara supaya perdebatan bisa sedikit mereda. 8. Kesempatan dalam Pernikahan Pernikahan adalah hak untuk menemukan kesempatan buat saling menggoda dan bertengkar sesering mungkin. Jane Austen Menikah berarti sepakat untuk saling menggoda dan bertengkar sesering mungkin dengan suami atau istri. Kata-kata bijak dalam hubungan rumah tangga pada kutipan di atas kurang lebih maknanya adalah, bahwa mereka yang menikah mesti senantiasa berbagi banyak hal dengan pasangannya. 9. Resep dalam Rumah Tangga Tidak ada resep khusus dalam mencapai kebahagiaan rumah tangga. Setiap pasangan suami istri harus mencari resep masing-masing agar bisa menciptakan rasa nikmat dalam hubungan mereka. Barangkali banyak pasangan bahagia yang berbagi resep pernikahan bahagia dan awet ala mereka. Akan tetapi, sejatinya resep-resep kebahagiaan rumah tangga semacam itu dapat diciptakan sendiri oleh tiap-tiap pasangan. 10. Hadiah dari Perjuangan Pernikahan yang sukses bukanlah sebuah hadiah, sungguh itu merupakan sebuah perjuangan. Ann Landers Kata-kata bijak terkait hubungan suami istri dalam biduk rumah tangga yang tertera pada kutipan di atas mempunyai makna yang dalam. Bahwasanya, kesuksesan dari sebuah pernikahan memerlukan perjuangan yang tidak mudah dan membutuhkan waktu lama. Baca juga Ambillah Pelajaran Berharga dari Kata-Kata tentang Senja yang Keren Ini 11. Menikah adalah Ibadah Pernikahan tak mungkin mudah. Terlebih, bobotnya adalah separuh agama Allah. Agar rumah tangga jadi indah, niatkan semua sebagai ibadah. Barangkali, setiap pasangan yang mendambakan kehidupan rumah tangga sakinah mesti memahami kata-kata bijak dalam hubungan suami istri tersebut. Bahwa sudah sepantasnya sepasang suami istri menjadikan perjalanan pernikahan mereka semata-mata sebagai salah satu bentuk ibadah kepada Allah. 12. Sakinah Mawaddah Warrahmah Kalau bangun pagi saja susah, gimana mau membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warrahmah? Fitri Tropica Kamu mungkin langsung paham dengan kata-kata bijak mutiara tentang rumah tangga sakinah dalam hubungan yang dibangun dengan pernikahan seperti tertera pada kutipan di atas. Kalau ingin membangun keluarga sakinah mawaddah warrahmah, seseorang perlu memahami hal mendasar dalam hidup terlebih dulu, walau kesannya sepele semisal sekadar bangun pagi. 13. Cinta dan Maaf Pernikahan bahagia tak hanya butuh dua insan yang selalu jatuh cinta, tetapi juga butuh dua insan yang begitu ahli dalam memaafkan. Dalam hubungan suami istri yang sedang berjuang mengarungi rumah tangga, kata-kata bijak tersebut barangkali penting untuk direnungkan. Bahwasanya, cinta saja tidak cukup untuk memelihara keharmonisan rumah tangga. Hal lain yang juga diperlukan agar rumah tangga awet ialah suami dan istri bersedia selalu memaafkan satu sama lain. 14. Gerbang Kehidupan Rumah Tangga Perkawinan adalah gerbang, sedang rumah tangga adalah alamnya. Hilal Asyraf Kisah kehidupan pernikahan biasanya tidak seindah saat baru ijab kabul. Oleh karenanya, ada baiknya jika sepasang kekasih lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan pernikahan ketimbang hanya fokus pada saat ijab kabul dan pesta saja. 15. Tak Ada Pasangan Ideal Harapan kita terhadap pasangan sering kali terlalu ideal. Pasangan ideal itu tidak ada. Yang ada adalah mewujudkan hubungan terbaik antara suami dan istri. Kata-kata seperti tertera pada kutipan tersebut mungkin saja mewakili kondisi sebagian orang. Jika kamu juga merasa terwakili, coba turunkan ekspektasimu dan mulailah untuk fokus pada perbaikan diri mewujudkan hubungan yang baik bersama pasangan. Baca juga Kata-Kata Inspiratif Islami yang Menyejukkan dan Menenangkan Hati Kata-Kata Bijak tentang Hubungan dalam Kehidupan Rumah Tangga Setelah memahami kutipan-kutipan di atas, semoga kamu mendapatkan gambaran tentang menjalani rumah tangga yang baik, ya. Pernikahan mungkin memang tidak mudah, tapi percayalah kamu dan pasangan akan bisa melewati setiap ujian yang ada. Apabila ada kerabat dekatmu yang sekiranya memerlukan nasihat pernikahan, kamu bisa membagikan kata-kata yang kami rangkum buat mereka. Atau, kamu dapat pula mengunggah ungkapan-ungkapan tersebut ke jejaring sosial, baik Twitter, Facebook, maupun Instagram. PenulisArintha AyuArintha Ayu Widyaningrum adalah alumni Sastra Indonesia UNS sekaligus seorang penulis artikel nonfiksi yang juga punya banyak jam terbang menulis fiksi, seperti cerpen dan puisi. Terkadang terobsesi menulis skrip untuk film atau sinema televisi. Punya hobi jalan-jalan di dalam maupun luar negeri. EditorElsa DewintaElsa Dewinta adalah seorang editor di Praktis Media. Wanita yang memiliki passion di dunia content writing ini merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret jurusan Public Relations. Baginya, menulis bukanlah bakat, seseorang bisa menjadi penulis hebat karena terbiasa dan mau belajar. 404 Not Found - NotFoundHttpException 1 linked Exception ResourceNotFoundException » [2/2] NotFoundHttpException No route found for "GET /Ios-usaha-makanan-ringan-yang-menguntungkan-o5u09rkr27" [1/2] ResourceNotFoundException Logs Stack Trace Plain Text Kata-kata Bijak 1 s/d 10 dari 105. Tangga menuju langit adalah kepalamu, maka letakkan kakimu diatas kepalamu. Untuk mencapai Tuhan injak-injaklah pikiran dan kesombongan Republik Jancukers ― Sujiwo Tejo Wartawan, pelukis, budayawan dan penulis dari Indonesia 1962- Jelas sekali bahwasanya rumah tangga yang aman damai ialah gabungan di antara tegapnya laki-laki dan halusnya Kedudukan Perempuan Dalam Islam ― Buya Hamka Seorang ulama, aktivis dan sastrawan Indonesia 1908-1981 Entah akan berkarir atau menjadi ibu rumah tangga, seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena ia akan menjadi ibu. Kalau tuhan tidak menjadikan perhambaan dan perbudakan,tentu tidak akan timbul keinginan hendak mengejar kemerdekaan. Memang kalau tiada kesakitan, orang tidak mempunyai keinginan untuk mengejar itu tidak keterlaluan jika dikatakan bahawa sakit dan pedih adalah tangga menuju kejayaan. ― Buya Hamka Seorang ulama, aktivis dan sastrawan Indonesia 1908-1981 Tuhan telah memasang tangga di hadapan kita, kita harus mendakinya, setahap demi setahap. ― Jalaluddin Rumi Penyair sufi, ahli hukum, sarjana Islam dan teolog dari Persia 1207-1273 Dunia yang hina ini diberikan kepadamu untuk sementara. Tersedia sebuah tangga yang dengannya engkau dapat bercita-cita. ― Jalaluddin Rumi Penyair sufi, ahli hukum, sarjana Islam dan teolog dari Persia 1207-1273 Tidak ada rumah tangga yang tanpa konflik sama sekali. Bahkan meskipun kau memiliki komitmen terhadap pasanganmu, akan masih ada saat-saat ketika di antara kalian ada ketegangan, air mata, pertengkaran, ketidakcocokan, dan ketidaksabaran. Komitmen tidak menghapuskan kodrat manusiawi kita. Itu kabar buruk, tetapi realistik. Mengapa istri harus bisa masak, padahal itu rumah tangga bukan rumah makan. ― Pidi Baiq Penulis, musisi, seniman dari Indonesia 1972- Seolah-olah ibu rumah tangga pekerjaan tanpa perlu pengetahuan, padahal jadi ibu adalah pekerjaan sulit penuh tantangan. ― Felix Siauw Seorang ustadz etnis Tionghoa kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia. 1984 - Manajemen adalah keefektifan dalam menaiki tangga kesuksesan; Kepemimpinan menentukan apakah tangga tersebut bersandar pada tembok yang kokoh. Asli Management is efficiency in climbing the ladder of success; leadership determines whether the ladder is leaning against the right wall. ― Stephen Covey Penulis dari Amerika Serikat 1932-2012 Kata-kata tangga-tangga - quotes, kata-kata bijak dan kutipan dengan tangga-tangga yang terbaik dan terkenal 105 ditemukan - Banyak penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa keberhasilan pendidikan anak-anak lebih tergantung pada peran ayah, dan bukan ibu. Namun, penelitian terbaru mendapatkan hasil terbaru, bahwa ada pergeseran peran ayah, dan makin pentingnya peran ibu dalam pendidikan pendidikan ibu, dikatakan memiliki pengaruh pada kualitas pendidikan anak-anak, khususnya anak perempuan. Hal ini terjadi khususnya pada anak-anak di Afrika, Asia, Pasifik dan Eropa termasuk penelitian berjudul"Gender, perluasan pendidikan dan mobilitas pendidikan antar generasi di seluruh dunia" oleh Profesor Yang Hu, dari Universitas Lancaster, dan Profesor Yue Qian, dari Universitas British Columbia, di Kanada ini diterbitkan di jurnal Nature Human penelitian ini, para peneliti mengumpulkan kumpulan data global berskala besar, yang berisi 1,79 juta orang yang lahir antara tahun 1956 dan 1990 dari 106 masyarakat di seluruh dunia. Penelitian ini menguatkan pepatah lama yang berbunyi, "Anak yang cerdas berasal dari ibu yang cerdas". Sebenarnya ungkapan ini adalah sesuatu yang lumrah terjadi. Karena ibu, akan selalu menjadi guru pertama bagi anaknya. Pada perkembangannya, peran ibu, terutama ibu yang memiliki pengetahuan yang baik, sangat-sangat diperlukan. Baik untuk memastikan anak tumbuh dan berkembang dengan baik, sekaligus memberikan edukasi sehingga anak tumbuh menjadi manusia dengan kualitas terbaik. Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan Tasya Kamila, mantan artis cilik yang saat ini mendedikasikan dirinya sebagai ibu rumah tangga, meski ia merupakan lulusan S2 dari Columbia University dengan predikat cum laude. Ketika menikah dengan Randi Bachtiar tahun 2018, Tasya memutuskan menjadi ibu rumah tangga. Pro dan kontra sempat muncul karena keputusannya. 'Susah-susah lulus S2 kok jadi ibu rumah tangga?', begitu tudingan dari banyak orang kepada dirinya. Namun, Tasya tak mau ambil pusing soal hal itu. Dalam sebuah wawancara, Tasya pernah mengungkap alasan dirinya memang memilih menjadi ibu rumah tangga meski sudah lulus S2. Menurutnya, seorang perempuan punya tanggung jawab dan kodrat untuk mengurus rumah tangga, termasuk anak-anaknya. Dan ia yakin, bahwa ilmu yang dimilikinya pasti berguna untuk mengurus keluarganya. Hingga kini telah memiliki dua anak, Tasya tetap kukuh pada pendiriannya untuk menjadi ibu rumah tangga. Bahkan, ia punya rencana untuk meneruskan pendidikannya ke jenjang S3, yang suatu hari pasti akan ia realisasikan di tengah tugasnya sebagai seorang ibu. Apa yang dikemukakan Tasya sangatlah relevan dan masuk akal. Karena membesarkan seorang anak tidak cukup hanya dengan naluri keibuan, tapi juga membutuhkan ilmu, wawasan luas, serta pemikiran yang matang. Dan itu semua hanya didapat jika seorang ibu memiliki pendidikan yang baik. Tanpa wawasan dan pemikiran yang matang, seseorang akan sangat mudah dipengaruhi oleh informasi salah ataupun hal-hal buruk yang mungkin ia temui di internet. Misalnya, saat seorang ibu dengan mudahnya memercayai informasi yang salah seputar pengasuhan anak karena terpengaruh hoaks ataupun penelitian Center for Life-Span Development Universitas Gadjah Mada, Fakultas Psikologi, menunjukkan bahwa 55,4% orang tua milenial di Indonesia, khususnya ibu, mencari informasi parenting melalui internet. Itu artinya, para ibu ini sangatlah rentan terpapar oleh hoaks dan informasi salah lainnya, yang kebanyakan beredar di internet. Tentu saja, hal ini bisa sangat membahayakan tumbuh kembang anak jika si ibu terpengaruh oleh hoaks dan mitos dalam menjalankan pengasuhannya. Salah satu hoaks terbesar dalam dunia parenting adalah mengenai vaksin MMR yang disebut bisa picu autisme pada anak. Dan Kementerian Kesehatan RI menyebut ini sebagai medical hoax terbesar dalam era 100 tahun terakhir, tak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia. Infografik Ibu Cerdas Anak Sejahtera. Kaitan Pendidikan Ibu dan Tingkat Kematian BayiKini, tidak sedikit perempuan yang memiliki tekad dan berhasil untuk melanjutkan pendidikan dan menempuh karir dan berada pada puncak tertinggi suatu jika dalam perjalanannya ada yang kemudian berubah haluan dan memutuskan menjadi ibu rumah tangga, itu pun bukan sebuah "Doing it All? Mothers’ College Enrollment, Time Use, and Affective Well-being", menyebutkan bahwa ada banyak literatur yang menemukan bahwa anak-anak dari orang tua yang berpendidikan tinggi, lebih mungkin mencapai tingkat pendidikan dan ekonomi yang lebih tinggi daripada anak-anak dengan orang tua yang berpendidikan rendah. Dan tak hanya itu, lebih jauh lagi, tingkat pendidikan seorang ibu ternyata juga berkorelasi pada kesejahteraan anak. Salah satunya adalah menurunkan angka kematian pada bayi baru lahir. Dalam Jurnal Science Direct disebutkan bahwa beberapa penelitian di negara berkembang mengungkap bahwa tingkat pendidikan ibu berkorelasi dengan angka kematian bayi. Bahwa semakin tinggi pendidikan ibu, angka kematian bayi cenderung rendah atau menurun. Kenapa? Karena seorang ibu yang berpendidikan cenderung tidak akan melewatkan perawatan penting pada bayi baru lahir, seperti memberi ASI dan melakukan pengecekan menyeluruh saat bayi baru lahir. Tak hanya itu, pada perjalanannya, seorang ibu yang berpendidikan juga akan sangat kecil kemungkinannya melakukan pola asuh yang keliru selama masa tumbuh kembang anak. Ilustrasi Ibu dan Anak menabung. FOTO/iStockphoto Terlepas dari apa pun pilihan yang diambil seorang perempuan, baik memutuskan menjadi ibu rumah tangga atau menjadi ibu yang memiliki karir, Pemerhati Anak dan Keluarga, Melly Kiong, mengatakan bahwa keduanya memiliki tanggung jawab akan kesejahteraan dan pendidikan anak. Sekali pun bekerja di luar rumah, ibu harus tetap ingat bahwa mencari uang bukan prioritas. “Jangan dibalik," kata Melly Kiong yang juga telah menulis beberapa buku parenting, seperti Horeee Anakku Sudah Remaja dan Tur Karakter. Menurut Melly, masih banyak ibu pekerja yang sekarang terbalik prioritasnya. "Cari uang nomor satu dan hal kedua itu mendidik anak. Dia cari pengasuh yang semahal-mahalnya, tapi itu tidak akan bisa menggantikan peran orang tua,” katanya. Dan bagi seorang ibu rumah tangga, bukan berarti tak ada tantangan kala mengasuh anak seharian di rumah. Ibu perlu memastikan untuk memberikan waktu yang berkualitas kepada seperti diterbitkan dalam penelitian di awal, bahwa kini peran ibu dalam pendidikan anak telah terbukti menggeser profil ayah. Bahwa ibu yang cerdas sangat berpengaruh dalam menentukan pendidikan anak. Dan sudah selayaknya, ibu dengan gelar sarjana, tidak perlu lagi takut dengan tudingan Sarjana tapi jadi ibu rumah tangga’. Justru, berbanggalah menjadi seorang ibu rumah tangga yang bergelar sarjana. - Gaya Hidup Kontributor Petty MahdiPenulis Petty MahdiEditor Lilin Rosa Santi Ketika menikah dan telah memiliki anak, umumnya seorang wanita akan dihadapkan pada pilihan sulit untuk memilih menjadi seorang wanita karier atau ibu rumah tangga. Kedua pilihan tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang perlu kamu pikirkan masak-masak sebelum memutuskan. Bagi kamu yang mungkin sedang dilanda kegalauan untuk memilih, berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari menjadi seorang ibu rumah tangga yang bisa menjadi bahan pertimbangan kamu. Kelebihan Menjadi Ibu Rumah Tangga 1. Memiliki Lebih Banyak Waktu Bersama Anak Ini adalah salah satu keuntungan paling besar dari menjadi seorang ibu rumah tangga. Selain bisa jadi lebih fokus untuk mengurus rumah tangga, kamu juga jadi memiliki lebih banyak waktu bersama dengan anak dan bisa melihat tumbuh kembangnya. Kamu tidak akan melewatkan momen-momen berharga ketika si kecil mulai bisa berjalan, kata pertama yang berhasil ia ucapkan, atau huruf pertama yang ia tulis ketika anak belajar. Kamu pun bisa memastikan anak mendapatkan asuhan yang baik, dibandingkan jika kamu menitipkannya pada asisten rumah tangga atau pengasuh anak. 2. Memiliki Waktu Lebih Fleksibel Karena tidak perlu pergi bekerja dan tidak memiliki deadline pekerjaan, menjadi seorang ibu rumah tangga membuat kamu jadi mempunyai waktu yang lebih fleksibel. Namun, bukan berarti menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mudah dan tidak memiliki tanggung jawab. Hanya saja kamu bisa mengatur sendiri waktu yang kamu gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, seperti memasak, mencuci, menyapu, merawat anak, dan lain-lain. Kamu juga tidak perlu pusing membagi waktu antara pekerjaan dan mengurus rumah, seperti yang dilakukan oleh wanita karier. 3. Mengurangi Stres Jika kamu memilih untuk bekerja, maka kamu perlu menyeimbangkan dan membagi waktu antara pekerjaan dan mengurus anak. Jam kerja yang panjang dan beban pekerjaan yang menumpuk bisa membuat kamu merasa lelah dan stres ketika tiba di rumah. Belum lagi sesampainya di rumah kamu masih perlu menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah dan juga harus mengurus anak. Dengan menjadi ibu rumah tangga, kamu jadi bisa mengurangi beban ini serta lebih fokus dalam mendidik dan merawat si buah hati. Kekurangan Menjadi Ibu Rumah Tangga 1. Kurangnya Penghargaan Meskipun menjadi ibu rumah tangga bukanlah hal yang mudah dan sama melelahkannya, namun sayangnya seorang ibu rumah tangga jarang mendapatkan pengakuan bahkan dipandang sebelah mata. Mereka sering kali dianggap hanya bergantung pada penghasilan suami sehingga dipandang tidak melakukan pekerjaan apapun. Hal ini menyebabkan kamu harus memiliki mental yang kuat dan tidak mudah terpengaruh dengan pikiran atau pendapat orang lain. 2. Merasa Kesepian Karena hanya tinggal dan menghabiskan sebagian besar waktu di rumah, kamu mungkin akan merasa kesepian akibat kurangnya interaksi sosial dengan orang lain. Terutama jika sebelumnya kamu terbiasa memiliki lingkungan serta rekan kerja yang membuat kamu nyaman. Ketika berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga, mungkin kamu akan mengalami perasaan sepi dan merindukan waktu yang kamu habiskan bersama dengan teman-teman kantor sebelumnya. 3. Merasa Bosan Selain merasakan kesepian, rutinitas yang sama yang dilakukan setiap harinya juga memungkinkan kamu akan merasa bosan. Kamu mungkin juga akan mengalami kesulitan menemukan waktu untuk diri kamu sendiri karena harus selalu memprioritaskan si kecil yang membutuhkan perhatian kamu setiap saat. Nah, itulah beberapa kelebihan dan kekurangan dari menjadi seorang ibu rumah tangga yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan untuk berhenti bekerja. Bagi kamu yang ingin memantapkan hati untuk menjadi seorang ibu rumah tangga, buku Sarjana Ibu Rumah Tangga yang ditulis oleh Rizki Ayu Amaliah akan membantu kamu dalam memahami keiistimewaannya. Menurut penulis, semua hal di dunia ini membutuhkan sebuah pengorbanan, tak terkecuali menjadi ibu rumah tangga. Menjadi seorang ibu rumah tangga berarti kamu akan mengorbankan passion dalam menyalurkan kemampuan dan mengubur cita-cita yang kamu impikan untuk menjalankan tugas seutuhnya sebagai istri dan seorang ibu. Selain akan menunjukkan kepada kamu bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga merupakan pekerjaan istimewa dan bukanlah pilihan yang perlu kamu sesali, buku ini juga akan membantu kamu dalam menjawab serta mengatasi masalah-masalah yang umum terjadi di dalam rumah tangga. Buku ini akan membukakan mata kamu bahwa titel sarjana ibu rumah tangga bukanlah hal yang bisa disepelekan dan dipandang sebelah mata. Kamu bisa mendapatkan buku Sarjana Ibu Rumah Tangga ini dengan mudah di Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya. promo diskon

kata bijak sarjana jadi ibu rumah tangga